"Kebutuhan pokok ini harus diawasi oleh Dinas Perdagangan dan Dinas Perhubungan Pemprov DKI dengan melakukan monitoring pasar. Kencederungannya sembilan bahan pokok (sembako) naik tiap menjelang puasa," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana kepada wartawan di kantornya, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (22/7/7/2010).
Menurut pria yang akrab disapa Sani ini, Dinas terkait harus melakukan
pengawasan terhadap ketersediaan stok dan harga hingga awal Ramadhan serta sistem distribusi sembako tersebut.
โMelihat pola permintaan pada tahun-tahun sebelumnya, yang perlu diawasi adalah stok barang dan memantau alur distribusi atau mata rantai pemasok untuk mencegah adanya penimbunan,โ tambahnya.
Naiknya permintaan menjelang Ramadhan kerap menimbulkan kerisauan pada masyarakat akan menyebabkan terjadinya kelangkaan barang karena ada pihak yang menimbun kebutuhan pokok. Operasi pasar yang dilakukakan pemprov dinilai cukup efektif untuk mencegah terjadinya penimbunan.
"Operasi pasar biasanya cukup efektif tetapi hal itu harus dilakukan secara
berkala, karena hal itu akan membuat harga tetap stabil," tambah politisi PKS ini.
Selain meminta Pemprov DKI untuk melakukan operasi pasar, Sani juga mengimbau kepada para pedagang dan masyarakat untuk tidak menimbun sembako.
โKhusus bagi para pedagang, diharap tidak melakukan penimbunan barang bahan
makanan pokok, jika didapati menimbun barang, maka melalui Dinas Perdagangan
dapat menindak tegas para penimbun barang,โ tutupnya.
(her/mad)











































