Abdullah Badawi Akan Hadiri Halaqah Perdamaian ICIS di Jakarta

Abdullah Badawi Akan Hadiri Halaqah Perdamaian ICIS di Jakarta

- detikNews
Kamis, 22 Jul 2010 01:42 WIB
Jakarta - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Badawi dipastikan datang ke Indonesia untuk mengikuti halaqah Perdamaian International Conference of Islamic Scholar (ICIS) ke-6. Selain itu, Badawi juga akan mengikuti sejumlah kegiatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

"Rabu malam, beliau sudah tiba di Jakarta dengan menghadiri halaqah ICIS pada hari Kamis, tanggal 22 Juli 2010 besok di Hotel Millenium," kata Sekjen ICIS, yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (21/7/2010).

Menurut Hasyim, Badawi akan menjadi keynote speech pada acara halaqah perdamaian yang diadakan ICIS dalam rangka HUTnya yang ke-6 itu. Badawi didaulat untuk memberikan sambutan, karena pernah menjabat sebagai Presiden Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Perdana Menteri Malaysia.

"Saya kira beliau sangat layak. Karena itu, saya mengundang beliau waktu ketemu di Malaysia beberapa waktu lalu," jelasnya.

Selain Badawi, lanjut Hasyim, sejumlah tokoh ulama dunia lainnya juga dijadwalkan akan hadir dalam acara itu. Seperti, Presiden Global University Lebanon, Dr Syeikh Hussam Qaraqira, dan juga ulama dari Australia. Tokoh dalam negeri yang akan hadir, seperti Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfudz MD, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Hasan Wirajuda dan KH Tolhah Hasan.

Terkait Halaqah Perdamaian itu sendiri, Hasyim mengatakan, terkait dengan pengembangan gerakan ICIS dari konferensi menjadi studi. ICIS tidak hanya menyelenggarakan konferensi tahunan, tetapi juga akan mengkaji persoalan konflik di negara-negara muslim.

Perluasan program tersebut sebagai salah satu hasil evaluasi terhadap peran dan kiprah organisasi ini. "Waktu didirikan enam tahun lalu belum teratata, kini harus lebih tertata," ungkapnya.

Ditambahkan Hasyim, tahap awal ICIS menyamakan pandangan di antara negara yang berpenduduk muslim, terkait konflik yang ada di masing-masing negaranya. Selain itu, ICIS juga akan tetap konsisten mempromosikan Islam moderat yang tidak pro ektrimisme dan juga tidak pro liberalisme. ICIS akan mensosialisasikan nilai-nilai Islam yang mengedepankan Tawazun (asas keseimbangan) dan Tawasuth (kemodernan).
(mpr/lrn)


Berita Terkait