Diana, ibu dari salah satu peserta audisi menceritakan kisahnya mulai dari proses keberangkatan dari Samarinda hingga menjelang kepulangan di Bandara Soekarno-Hatta.
Awalnya, para peserta ikut audisi di Samarinda untuk menjadi pemain sinetron di stasiun televisi Space Toon. Acara ini diselenggarakan oleh Triple I.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta yang lolos ke Jakarta, kemudian diberangkatkan pada tanggal 17 Juli 2010. Panitia berjanji menanggung akomodasi, transportasi hingga ongkos pesawat pulang pergi.
Setelah dikarantina selama 3 hari, konser pun digelar pada 20 Juli di Taman Mini Indonesia Indah. "Awalnya lancar, pesertanya nggak ada yang menang, tapi semua dikasih penghargaan berupa medali," lanjutnya.
Usai konser, peserta pun kemudian dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta untuk dipulangkan menuju Samarinda. Panitia pun mengaku sudah memesan tiket.
"Tapi pas mau pulang ternyata tiketnya belum dipesan. Sudah nyampe bandara, panitianya malah nggak ada. Dihubungi juga nggak aktif, makanya kita mengadu ke Polres Bandara dan oleh mereka disuruh ke sini (Polda Metro)," lanjutnya.
Saat tiba di Polda, 40 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak tersebut langsung membuat laporan polisi. Mereka merasa dirugikan atas perlakuan panitia.
"Kami nggak tahu ini pulang bagaimana, kami tidak mau memperpanjang masalah, kami cuma ingin pulang. Kami sudah menginap satu malam di bandara," curhat Diana.
Polisi sudah memintai keterangan para peserta audisi ini. Selain itu, ada satu panitia yang juga sedang diperiksa.
(mad/fay)










































