Kenaikan APBD untuk sektor pendidikan tersebut sebagian besar untuk meningkatkan kesejahteraan guru di Ibukota. Meski demikian, turunnya angka kelulusan siswa di DKI menjadi catatan tersendiri bagi politisi Kebon Sirih.
"Guru di Jakarta ini kesejahteraannya sudah sangat baik, bahkan kita akan tambah lagi nantinya di APBD perubahan tahun ini. Tapi kualitas pendidikan justru malah turun, tingkat kelulusan juga turun," ujar Ketua Komisi E DPRD DKI Firmansyah saat berbincang dengan detikcom di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Rabu (21/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sistem online kemarin juga belum benar, tapi di sisi lain anggaran untuk sektor pendidikan malah mengalami kenaikkan yang paling besar. Ini harus mendapat perhatian dalam paripurna berikutnya," tambah politisi Demokrat ini.
Menurut Firmansyah, kenaikan sektor pendidikan sebesar Rp 1,13 triliun nantinya akan dialokasikan sebesar Rp 600 miliar untuk tunjangan guru non sertifikasi, dan Rp 80 miliar untuk guru yang telah memiliki sertifikasi.
"Kesejahteraan diberikan tapi kualitas pendidikan DKI malah turun, perlu ada evaluasi terhadap hal ini nantinya," terang ketua komisi yang membidangi pendidikan ini.
Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor dari 12 sektor lainnya yang diajukan perubahan APBD oleh Pemprov DKI. Total APBD sebelumnya sebesar Rp 24,67 triliun dan diajukan perubahan menjadi Rp 26,71 triliun.
Meski demikian usulan perubahan APBD tersebut belum mendapat persetujuan dari para politisi Kebon Sirih. DPRD DKI akan meminta penjelasan atas usulan perubahan APBD tersebut dalam rapat paripurna pekan depan.
(her/fay)











































