"Tolong ini kita semua, anggota Perhumas yang 3000 orang anggotanya, tolong sama-sama menjual citra bangsa kita. Bukan citra pemerintah. Kita nggak ingin itu, nanti politik dalam negeri kacau," pinta Boediono.
Hal itu dikatakan dia dalam sambutan pembukaan Konferensi Nasional Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (21/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalah yang kita hadapi adalah perception reality gap mengenai bangsa kita. Saya sangat prihatin kalau banyak hal-hal yang tidak cocok dengan realita di kita tapi digambarkan begitu besarnya," ungkap Guru Besar UGM ini.
Boediono mengatakan, soal persepsi terhadap bangsa Indonesia itu pada kahirnya akan berpengaruh terhadap berbagai bidang, utamanya ekonomi. Tumbuh kembangnya investasi asing di Indonesia sangat tergantung oleh citra baik yang melekat kepada bangsa ini.
"Di bidang ekonomi, investasi itu akhirnya soal persepsi, kalau investor datang ke sini melihat apa ada bijih besi, batu bara, nanti yang terakhir persepsinya mengenai indonesia bagaimana, karena investasi risikonya panjang. Menaruh uang sekarang menerimanya 5-10 tahun mendatang," jelasnya.
(irw/gah)











































