"Kenapa PMI lebih layak jadi nvestigator kerusuhan, karena kami tidak punya kepentingan. Berbeda dengan polisi yang berasal dari unsur pemerintah," ujar JK dalam Pertemuan Presiden Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se-ASEAN di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (21/7/2010).
JK mengatakan, PMI perlu netral agar hasil investigasi yang didapatkan objektif. "Hasil yang PMI dapat selalu objektif, dibanding pihak berwenang dari kepolisian ataupun pemerintah yang sarat dengan kepentingan, apalagi kalau kasus ini menyangkut dirinya," terang JK.
Dalam kesempatan itu, JK juga menceritakan pengalaman PMI dalam menelusuri fakta-fakta tersembunyi saat menginvestigasi kerusuhan Koja. Salah satunya adalah upaya sistematis dari pihak-pihak tertentu melakukan rekayasa atas sejarah dari lahan yang dipermasalahkan demi kepentingan mereka.
"Di situ kita menemukan ada yang tidak simetris antara sejarah dan fakta. Diceritakan bahwa Mbah Priok adalah penyebar Islam di Jawa, padahal tidak sampai ke Jawa, dia meninggal," tutur JK.
Pertemuan tahunan kali ini dihadiri oleh perwakilan lembaga palang merah dari 11 negara di Asia Tenggara. Yakni Indonesia, Malaysia, singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, Filipina, Thailand, Vietnam dan Timor Leste.
(gun/lh)











































