Cuaca di Daerah Tak Menentu, Boediono Sakit Tenggorokan

Cuaca di Daerah Tak Menentu, Boediono Sakit Tenggorokan

- detikNews
Rabu, 21 Jul 2010 12:05 WIB
Cuaca di Daerah Tak Menentu, Boediono Sakit Tenggorokan
Jakarta - Wakil Presiden Boediono bersuara serak ketika membuka sebuah acara di Jakarta. Rupanya perjalanan ke sejumlah daerah mempengaruhi kesehatannya.

Boediono mengalami sedikit gangguan di tenggorokan. Karena itu, saat memberikan sambutan di pembukaan Konferensi Nasional Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas), suaranya terdengar serak.

"Saya mohon maaf suara saya hilang karena banyak pergi akhir-akhir ini. Cuaca di berbagai daerah itu berubah-ubah. Tapi badan saya sehat, hanya dari pita suaranya saja yang hilang," ujar Boediono dalam acara yang digelar di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (21/7/2010).

Karena suaranya serak, Boediono mengatakan tidak akan berbicara terlalu panjang. "Mohon maaf, jadi saya tidak akan terlalu panjang. Suara saya tidak terlalu enak didengar," kata Boediono yang mengenakan kemeja batik warna cokelat itu.

Namun, meski sedang tidak fit, guru besar UGM ini masih berusaha untuk melempar canda ketika mengawali sambutannya. Canda Boediono terkait kehadiran Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dalam acara yang dihadiri sekitar 100 peserta itu.

"Saya agak kaget juga tadi Bapak Ketua MK juga hadir. Saya pikir apa ada masalah konstitusional antara Perhumas sama Wapres. Mudah-mudahan tidak. Tapi suatu kehormatan karena beliau adalah salah satu tokoh nasional kita," ucap Boediono yang disambut tawa renyah hadirin.

Selain Mahfud MD, pejabat yang hadir dalam acara tersebut ada Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.

Tidak terlalu lama Boediono menyampaikan pidatonya, hanya sekitar 8 menit. Di akhir sambutannya ia masih menyampaikan permintaan maaf karena adanya gangguan kesehatan di tenggorokan. "Itulah sambutan saya, mohon maaf sedikit ada gangguan," katanya.

Intensitas kunjungan kerja Boediono ke daerah terbilang cukup tinggi akhir-akhir ini. Sejak awal bulan Juli ini saja, Wapres tercatat 5 kali melakukan kunjungan. Kebanyakan kunjungan dilakukan Boediono secara pulang-pergi (PP) dalam satu hari alias tidak menginap.

Tanggal 5 Juli lalu, Boediono terbang ke Sidoarjo mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Nasional V sekitar pukul 19.30 WIB. Usai membuka acara, Boediono kembali ke Jakarta malam itu juga.

Kamis 8 Juli lalu, Boediono terbang ke Yogyakarta untuk menutup Muktamar Satu Abad Muhammadiyah pada pukul 09.00 WIB, setelah malam sebelumnya ia menghadiri ulang tahun Harian Kompas hingga pukul 23.00 WIB. Dari Yogya, dia harus kembali ke Jakarta untuk mengikuti Sidang Paripurna di Istana Negara.

Rabu 14 juli, usai pertemuan konsultasi pemerintah dan DPR di Istana Negara, Boediono meluncur ke Nusa Dua, Bali, untuk membuka 28th International Congress of International Institute of Administrative Sciences pukul 14.30 WITA. Ia kembali ke Jakarta setelah membuka kongres.

Usai mengikuti Rapat Kabinet Terbatas di Istana Negara untuk membahas APBN pada
Senin 19 Juli lalu, Boediono meluncur ke Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pukul 14.00 WIB. Di sana, Boediono mewakili SBY untuk membuka peringatan puncak Hari Keluarga Nasional keesokan harinya. Sepulang dari Palu, Wapres mendarat di Bandung, Jawa Barat, untuk mengikuti dua acara hingga malam.

Hari ini, sekitar pukul 16.30 WITA nanti, Wapres akan kembali ke Bali. Ia akan menuju Sanur untuk membuka Konferensi Internasional Association for Tropical Biology and Conservation 2010. Dijadwalkan, Boediono akan kembali ke Jakarta nanti malam.

(irw/fay)


Berita Terkait