"Kalau di internal Komisi. nggak ada bisik-bisik itu. Malah saya dengarnya dari sms gelap dari teman-teman media. Tapi ini harus dan bagus juga diklarifikasi, dari mana asal isu itu. Kalau sudah ada data pengirim awalnya," kata anggota Komisi VIII Arwani Thomafi kepada detikcom, Rabu (21/7/2010).
Menurut politisi PPP ini, isu tersebut sampai saat ini memang sangat sumir. Karena itu bukan tidak mungkin isu tersebut sengaja dihembuskan guna merusak citra kerja keras Komisi VIII dan Kemenag dalam kaitan pembahasan BPIH guna meringankan jamaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya apakah isu suap ini akan diklarifikasikan juga kepada Menag dalam rapat nanti siang, Wasekjen PPP ini mengaku bisa saja dilakukan. Namun dia menyerahkan kepada anggota Komisi VIII untuk menyampaikan sikapnya.
"Yang pasti saya nggak tahu soal itu, kita nggak pernah lihat barang itu, apalagi menerima barang itu. Kalau saya sendiri, kalau data awalnya jelas, bisa saja saya minta klarifikasi. Saya nggak tahu kalau teman lain," tegssnya.
Arwani berharap publik tetap menaruh kepercayaan kepada Pemerintah dan DPR dalam kasus molornya penetapan BPIH 2010. "Kerja keras masing-masing pihak jangan sampai tercemari isu-isu yang tidak produktif," tegasnya.
"Ini terobosan kedua pihak untuk berkomitmen menurunkan biaya dengan tetap meningkatkan kualitas pelayanan. Karena itu, sayang sekali kalau niat baik ini dicederai dengan isu yang tidak sedap," harapnya.
(van/yid)










































