"Demokrasi dalam masa konsolidasi terancam dua kerawanan, dua 'D' yaitu disfungsionalitas dan degenerasi," ujarnya dalam Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ke XIV di Hotel Savoy Homann, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/7/2010).
Sumber utama disfungsionalitas demokrasi, lanjutnya, adalah tidak adanya komitmen solid di antara elit politik untuk membangun bersama sendi dan aturan dasar yang membentuk demokrasi, yang bisa menjadi landasan kemajuan bangsa yang berkesinambungan.
"Demokrasi dapat mengalami degenerasi antara lain karena penyalahgunaan kewenangan publik dan korupsi, money politik dan politisasi birokrasi," jelas dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Interaksi yang tidak sehat antara birokrasi dan politik mempunyai akibat sistemik yang serius, yaitu birokrasi berkinerja rendah dan korup," tegasnya.
Akhirnya, kembali kepada semua warga Indoonesia, khususnya elit politik, "Apa yang sebenarnya kita mau dengan demokrasi yang kita punyai sekarang. Komitmen kita lah yang akan menentukan perjalanan negara kita," katanya.
Sebelumnya, Boediono sempat meminta maaf karena memberikan sambutan yang bernuansa politik di tengah komunitas yang berbau ekonomi.
"Mungkin tidak seperti dibayangkan atau yang diharapkan sebelumnya saya tidak memberikan sambutan yang ekonomi teknis. Saya merasakan ini sangat penting, masalah perjalanan demokrasi perlu perhatian kita," tuturnya.
(nwk/Rez)










































