Golkar Sebut Lily Wahid Berniat Hancurkan PKB

PKB Diusulkan Gabung PDIP

Golkar Sebut Lily Wahid Berniat Hancurkan PKB

- detikNews
Selasa, 20 Jul 2010 11:32 WIB
Golkar Sebut Lily Wahid Berniat Hancurkan PKB
Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menilai sikap politik Lily Wahid yang ingin membawa PKB ke PDIP tidak layak ditanggapi. Kalau Lily masih memaksakan demikian masa depan PKB akan semakin hancur lebur.

"Feeling saya sih PKB masih tetap ingin mandiri, sebab bila bergabung maka identitas PKB sebagai parpol yang didirikan Gus Dur akhirnya lenyap," ujar Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, (20/7/2010).

Priyo tidak mau berspeklulasi terkait pertimbangan Lily menyampaikan pernyataan yang keras tersebut. Lily memiliki hak politik untuk mengatur parpolnya sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu adalah hak dari petinggi PKB sendiri untuk bergabung dengan siapapun termasuk dengan PDIP, saya tidak akan mencampuri," terangnya.

Sebagai parpol yang sedang mengumpulkan suara parpol kecil, Golkar juga berminat mengais suara PKB jika memang PKB bersedia. Golkar akan bereaksi positif jika Lily mendekat ke partainya.

"Sudah tentu kalau ada signal kuat PKB mau bergabung dengan partai-partai besar, sudah tentu kami berkeinginan juga untuk bisa duduk satu meja dengan mereka," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Dewan Syuro DPP PKB Lily Wahid pesimis partainya bisa lolos Parliamentary Trheshold (PT) 5 persen dalam Pemilu 2014 mendatang. Lily mengusulkan kemungkinan PKB bergabung dengan PDIP.

"PKB tidak akan sampai 5 persen dan saya berpikir lebih baik PKB bergabung dengan PDIP. Sebab yang partai agama sudah ada PKS dan PAN, dan PKB tidak bisa masuk," ujar Lily kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/7/2010).

Lily menyampaikan bahwa indikasi kuat PKB akan ikut konfederasi parpol. Lily sudah tidak melihat lagi masa depan PKB yang cerah dengan konflik berlanjut dan kepemimpinan yang seperti saat ini.

"Saya yakin kalau Muktamar 2013, suara PKB akan hilang dan PKB akan ikut dengan partai lain atau ikut konfederasi," keluhnya.
(van/yid)


Berita Terkait