Demikian seperti dilansir Straits Times, Senin (19/7/2010). Pemerintah Singapura melalui Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air, Yaacob Ibrahim, mengungkapkan hal ini di depan parlemen hari ini.
Pemerintah telah membuat review untuk mencegah kembali terjadinya banjir yang telah beberapa kali melanda Singapura dalam sebulan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Public Utilities Board atau PUB (sejenis Badan Air Nasional Singapura) telah menyelesaikan penyelidikan atas peristiwa tersebut. Hasil penyelidikan menyebutkan, bahwa banjir disebabkan oleh badai hebat yang bergerak cepat di sepanjang Stamford Canal, mulai dari hulu ke hilir.
"Dua luapan air terjadi dalam selang waktu 30 menit," ucap Yacoob.
Dijelaskan dia, pada pukul 09.40 waktu setempat, luapan air pertama menuju ke sisi hulu daerah aliran Stamford Canal. Limpahan air hujan pertama mengalir ke kanal. Ketika air tersebut mencapai bagian tengah kanal (dari Cuscaden Road ke Grange Road), bersamaan dengan itu limpahan air dari luapan kedua jatuh di daerah tangkapan pada pukul 10.10 waktu setempat.
"Hal ini menghasilkan gabungan limpahan air yang menyebabkan air naik dengan cepat dan meluap ke Orchard Road. Situasi ini diperparah oleh adanya puing-puing yang terbawa ke dalam kanal oleh luapan pertama," terangnya.
Pada 16 Juni lalu, banjir besar menggenangi daerah perkotaan Singapura, termasuk Orchard Road, Bukit Timah Road dan Little India, dengan air setinggi lutut. Hal ini diikuti oleh banjir kedua yang melanda Bukit Timah Road, Balestier Road dan Thomson Road, yang juga menumbangkan 25 pohon pada 25 Juni silam. Terakhir, Sabtu (17/7) kemarin, hujan deras turun melanda dan banjir kembali terjadi di beberapa daerah di Singapura.
(nvc/irw)










































