Berdasarkan pantuan detikcom, di kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (19/7/2010).
Susi keluar dari kantor tersebut dengan mengenakan penutup kepala bersama anaknya yang berpakaian kemeja lengan pendek.
Anak laki-laki Susi, dipenuhi dengan bekas luka bakar di daerah tangan dan mukanya. Susi sendiri saat ingin diwawancarai menolak berkomentar tentang isi pertemuannya dengan perwakilan Pertamina.
"Nanti saja ya mas lewat telepon, anak saya rewel dan saya mau pulang dulu ke Tangerang," ujar Susi sambil berlalu menaiki sebuah mobil berwarna hitam.
Belum diketahui berapa jumlah santunan yang diterima oleh Susi dan anaknya. Pertamina sendiri pernah menjanjikan santunan bagi yang cacat dengan menanggung seluruh biaya pengobatannya danย mengganti seluruh biaya perbaikan rumah dengan nilai maksimal sebesar Rp 100 juta.
(fiq/gah)











































