"Fatwa lama tidak dihapus, ditegaskan bahwa itu hadap ke barat laut dengan perbedaan arah derajat sesuai kondisi masing-masing," kata Sekjen MUI Iwan Sjam.
Hal ini disampaikannya usai diterima oleh Presiden SBY. Pertemuan berlangsung di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (19/7/2010) sore.
Ulama ini menuturkan, fatwa lama MUI soal arah kiblat merujuk letak geografis Indonesia yang berada di sisi timur dari Ka'bah. Di dalam prakteknya masyarakat menganggapnya menjadi bahwa arah Kiblat adalah barat.
"Tapi secara hitung-hitungan sudut, sejak dulu kita menghadap barat lalu serong sedikit. Kan barat laut juga? Jadi tidak merubah pengetahuan yang kita pelajari dari kecil," ujar Iwan.
(lh/fay)











































