"Nggak ada konfrontasi. Tidak ada kegiatan konfrontir," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/7/2010).
Boy mengatakan, pemeriksaan keduanya pada Jumat (16/7) lalu guna mengumpulkan informasi. "Pemeriksaan kan bisa dilakukan berulang-ulang," imbuhnya.
Hingga kini, polisi sendiri belum bisa mengidentifikasi pelaku penganiayaan Tama. "Untuk identifikasi perlu pendalaman," tuturnya.
Tama dianiaya oleh sekelompok orang usai menonton Piala Dunia di sebuah kafe di Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis 8 Juli lalu. Dalam perjalanan pulang di Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Tama tiba-tiba diserang oleh 4 pria yang menumpang motor.
Saat itu, Tama membonceng temannya, Khadafi. Dalam penyerangan itu, Tama menderita luka di kepala akibat benda tumpul. "Bukan dibacok, tapi dipukul dengan benda tumpul," kata Boy.
(mei/fay)











































