Diduga Terlibat Terorisme, Warga Solo Ditangkap Polisi

Diduga Terlibat Terorisme, Warga Solo Ditangkap Polisi

- detikNews
Senin, 19 Jul 2010 17:00 WIB
Solo - Mu'arifin, warga Banyuanyar RT 01 RW 12, Solo, ditangkap Densus 88/Anti-Teror saat sedang berada di desa mertuanya di Sambirejo, Sragen. Belum ada keterangan resmi mengenai keterliabatannya dalam kegiatan terorisme.

Penangkapan Mu'arifin dilakukan saat sedang menjalankan sholat maghrib di mushola kampung di dekat rumah mertuanya di Ngledok, Kadipiro, Sambirejo, Sragen, Jateng, Minggu (18/7/2010).

Lelaki kelahiran Nganjuk 23 Maret 1981 tersebut merupakan Banyuanyar RT 01 RW 12, Solo. Dia berada di desa tersebut karena mengantar istrinya, Naim Murniati, yang sedang hamil tua dan merencanakan melahirkan di desa orangtuanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah ditangkap, Mu'arifin langsung dibawa pergi oleh aparat. Hingga saat ini belum diketahui keberadaan dan sejauh mana keterlibatannya dalam kegiatan terorisme di tanah air. Polisi hanya meninggalkan sebuah surat penangkapan atas nama Mu'arifin.

"Kami diberi surat penangkapan dari Polri, tetapi tidak dijelaskan tentang alasan penangkapan atau keterlibatannya dalam terorisme. Dikatakan, setelah pemeriksaan baru akan diberi tahu," ujar Suparjo, mertua Mu'arifin, saat ditemui wartawan di rumahnya, Senin (19/7/2010).

Suparjo mengaku kaget atas terjadinya penangkapan itu. Alasannya selama ini Mu'arifin sama sekali tidak menunjukkan tindakan-tindakan yang mencurigakan yang dapat dikaitkan dengan tindak terorisme.

Naim Murniati, istri Mu'arifin, juga mengaku kaget. Saat ditemui wartawan di rumah orang tuanya mengatakan dia sama sekali tidak percaya suaminya terlibat dalam kegiatan terorisme. Menurutnya, selama ini suaminya hanyalah lelaki sederhana yang bekerja serabutan dan tidak pernah memiliki kegiatan yang mecurigakan.

Menurut Naim, lelaki yang menikahinya dua tahun lalu itu juga tidak pernah mengikuti organisasi apapun. "Saya selalu bersamanya setiap hari. Saya tidak melihat tanda-tanda dia mengikuti kelompok teroris atau organisasi apapun. Saya tidak mengetahui sama sekali tentang sangkaan itu," ujarnya.

Yang tak kalah kagetnya adalah warga sekitar rumah mertua Mu'arifin. Mereka selama ini mengenal Mu'arifin sebagai sosok yang baik dan ramah di tengah lingkungan. Bahkan Mu'arifin sering memimpin sholat berjamaah di mushola kampung setempat jika sedang menjenguk mertuanya di desa tersebut.

"Sikapnya baik dan ramah kepada warga. Penampilan dia dan istrinya juga tidak mencurigakan sama sekali. Kami jelas kaget setelah mendengar adanya penangkapan itu," ujar Harsono, warga setempat.

Sementara itu Kapolsek Sambirejo, AKP Hariyanto, membenarkan adanya penangkapan oleh Densus 88 di daerahnya. Dikatakannya, Mu'arifin bukan warga setempat, melainkan warga Solo yang kebetulan sedang berada di Sambirejo karena mengantar istrinya yang memang berasal dari Sambirejo. Ketika ditangkap, Mu'arifin telah berada di rumah mertuanya selama tiga hari.

(djo/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads