9 Tersangka Kasus Pembacokan di Yogya Ditangkap, Tak Ada Psikopat

9 Tersangka Kasus Pembacokan di Yogya Ditangkap, Tak Ada Psikopat

- detikNews
Senin, 19 Jul 2010 15:46 WIB
Yogyakarta - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil mengungkap berbagai kasus pembacokan yang selama ini meresahkan warga setempat. Mereka menangkap 9 tersangka, namun tidak ada satupun pelaku yang psikopat.

9 Orang yang ditangkap tersebut diduga terlibat dalam 12 peristiwa tindak kekerasan yang menyebabkan korban 11 orang luka berat dan 1 orang tewas. Korban tewas adalah Ny Sayuti dengan lokasi kejadian di Nglarang, Sidoarum Jalan Godean Sleman. Kesembilang tersangka itu masing-masing ditangkap Polda DIY 2 orang, Polres Sleman 2 orang, Poltabes Yogyakarta 4 orang dan Polres Bantul 1 orang.

"Motif pelaku bermacam-macam, ada curas (pencurian dengan kekerasan), perampasan, penganiayaan, tapi bukan psikopat. Motifnya cenderung ekonomi," ungkap Direskrim Polda DIY, Kombes Napoleon Bonaparte, di Aula Mapolda DIY,  Jalan Lingkar Utara Condongcatur, Sleman, Senin (19/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Napoleon, para tersangka berusia antara 17-34 tahun dengan inisial IM, RJ, AG, JA, RS, FN, DP, AP dan AN. Mereka selama ini dikenali sebagai pelaku berbagai tindak kejahatan yang meresahkan warga Yogyakarta. Barang bukti yang diamankan antara lain clurit, golok, sangkur, pisau, sepeda motor, handphone dan helm.

"Khusus tersangka AG bersama gerombolannnya yang saat ini kasusnya ditangani Polda DIY masih dilakukan pendalaman dan pemeriksaan intensif untuk mengungkap motifnya. Ada satu orang lagi yang belum ditetapkan menjadi tersangka yang saat ini masih berada di rumah sakit diharapkan bisa membuka kasus aksi kekerasan akhir-akhir ini," kata Napoleon.

Dia menambahkan tersangka AG adalah pelaku kejahatan pada tanggal 14-15 Juni 2010. Sedangkan beberapa rekan AG saat ini masih dalam pengejaran. AG warga Desa Ngestiharjo, Kasihan, Bantul ditangkap di daerah Wirobrajan, Kota Yogyakarta dengan barang bukti sebuah clurit dan satu sepeda motor.

Secara keseluruhan kata Napoleon, dari 3 laporan polisi yang masuk, Polda DIY berhasil mengungkap 2 kasus yakni di dekat Mapolsek Depok Timur dan Ngestiharjo, Bantul. Polisi juga menahan 2 tersangka dengan barang bukti 1 bilah sangkur, 1 clurit dan 2 sepeda motor. "Pelaku juga tinggal tidak jauh dari TKP di Maguwoharjo," katanya.

Di Poltabes Yogyakarta terdapat dua laporan, dengan menahan 4 orang tersangka. Barang bukti sebuah pedang samurai, 1 pisau, 2 sepeda motor, dan 1 HP. Satu orang mengalami luka bacok serta kerugian Rp 100 ribu. Lokasi kejadian di Jalan Kleringan, Jetis dan dekat Taman Budaya Yogyakarta di wilayah Gondomanan.

Untuk Polres Sleman kasus pembunuhan di Nglarang, Desa Sidoarum, Sleman, korban penjual angkringan Ny Sayuti dengan pelaku IM (35) pekerjaan tukang kunci. Sedangkan di Bantul, polisi menagkap satu pelaku penganiayaan di Jalan Bantul, Dusun Kweni, Panggungharjo, Sewon dengan motif dendam.

"Saat ini kami masih melakukan pengejaran dan mengungkap kasus lain yang belum terungkap. Ini merupakan jawaban munculnya keresahan yang dialami masyarakat akhir-akhir ini," ungkap Napoleon.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah orang dibacok di daerah Ring Road Utara Yogya dalam semalam. Warga menyebut, pelaku mengendarai motor Honda Vario putih.

Salah satu korban, Soni juga mengatakan, pelaku yang mengejarnya memang menunggangi Vario putih. Pembacok itu telah melukai lengan kanan temannya.

(djo/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini