"Kita meminta untuk tidak dipindahkan untuk kepentingan umat agar dapat diziarahi," ujar ahli waris makam, Mahdor Alatas, di Jl Kramat Lima, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (19/7/2010).
Menurut Mahdor, pihaknya hanya meminta dibuatkan jalan bagi para peziarah. "Untuk tanah yang lain silakan dipakai, tapi kami hanya minta yang satu ini," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Mahdor juga menampik isu yang menyatakan kandungan air yang keluar dari makam mengandung zat yang berbahaya. "Tidak benar seperti itu. Banyak yang sudah merasakan manfaatnya dan juga kami tidak menjual air ini," paparnya.
Pihak ahli waris juga melakukan pengumpulan tanda tangan agar makam tidak dipindah dari para peziarah. "Tercatat sudah ada 5000 tandangan yang kita peroleh dan itu belum total jumlah yang datang ke makam untuk berziarah," jelasnya.
Berdasarkan pantauan detikcom, warga masih datang untuk melihat mata air tersebut. Warga datang sambil membawa botol air mineral dan galon untuk mengambil air barokah tersebut.
(fiq/lrn)











































