Aksi dilakukan sekelompok aktivis KAMMI dan digelar di Bundaran Air Mancur, Jl. Pahlawan, Senin (19/7/2010). Mereka bergerak ke kantor kejati Jateng yang letaknya hanya 100 meter dari lokasi awal.
Para aktivis memaparkan berdasarkan audit BPKB 5 Agustus 2008, ditemukan indikasi korupsi dana komunikasi APBD 2004 sebesar Rp 5 M. Dugaan korupsi itu melibatkan Sukawi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief menilai penyidikan Sukawi sarat kepentingan politis. Karena itu, setelah Sukawi turun dari jabatannya, kejati harus bergerak cepat.
Sebagai simbolisasi, seorang aktivis yang diposisikan sebagai Sukawi, dilempari telur busuk. Massa juga melempari papan nama kantor kejati dengan telur busuk. Mereka akhirnya diterima pihak kejati.
Sukawi menjabat walikota selama dua periode. Periode pertama, ia dijagokan PDIP. Periode selanjutnya, ia dibawah lindungan Partai Demokrat dan menjabat sebagai Ketua PD Jateng.
Sementara pasangan walikota-wakil walikota terpilih, Soemarmo dan Hendi Hendrar Prihadi, dijagokan PDIP. Mereka mengungguli 4 pasang lainnya dalam pemilu kada April 2010. Pelantikan digelar hari ini dan berlangsung lancar.
(djo/djo)











































