Solidaritas Korupsi di Polri Masih Tinggi

Rekening Pati Polri

Solidaritas Korupsi di Polri Masih Tinggi

- detikNews
Senin, 19 Jul 2010 07:29 WIB
Solidaritas Korupsi di Polri Masih Tinggi
Jakarta - Meskipun telah mengklarifikasi isu rekening gendut yang menerpa para perwira tingginya, namun Mabes Polri memilih untuk tidak menyebutkan siapa pemilik rekening mencurigakan itu. Tindakan Polri itu, semakin menunjukkan kultur di tubuh Polri ketika menghadapi kasus korupsi belum berubah.

"Itu menujukkan bahwa kultur di tubuh Polri itu belum berubah, di mana solidaritas Polri pada kasus korupsi itu masih sangat tinggi. Makanya mereka masih tertutup," kata anggota Komisi III M Nasir Djamil saat berbincang dengan detikcom, Minggu (18/7/2010) malam.

Dia sangat menyayangkan ketika hal solidaritas seperti ini masih dibudayakan oleh Polri. Karena dia yakin, sesungguhnya masyarakat yang menunggu-nunggu klarifikasi tersebut, berharap adanya keberanian Polri untuk benar-benar menunjukkan reformasi birokrasi yang dilakukan dengan institusi itu.

"Budaya ini belum berubah rupanya. Model kulturnya memang dari atas ke bawah sudah begini. Sehingga publik yang tadinya hampir simpatik karena Polri berani melakukan klarifikasi, jadi pesimis dan tidak percaya," lanjut pria asal Aceh ini.

Tindakan Polri yang melakukan klarifikasi itu sebenarnya merupakan langkah yang baik. Tapi ketika keberanian Polri hanya sampai menyebutkan jumlah rekening bukan total nilainya, sama saja mencoba bersembunyi padahal masyarakat sudah mengetahuinya.

"Ini persis orang yang berlindung di balik sebatang ilalang, yang tetap saja kelihatan. Meskipun dia mencoba untuk bersembunyi tapi informasi yang beredar sudah terlalu terang benderang," ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Nasir menambahkan, jika Polri memang tidak serius untuk mengungkap hal ini, maka ke depan pada saat pemilihan Kapolri yang baru akan sangat berpengaruh. "Pimpinan selajutnya justru ditakutkan juga tidak memiliki keberanian untuk memperjelas masalah rekening liar ini," tambahnya.

Maka itu, dalam masa kerjanya yang singkat ini, para fraksi yang berada di Komisi III meminta kepada pimpinan untuk menjadwalkan rapat dengan Kapolri. Tidak hanya menjadwalkan waktu, mereka juga berharap akan langsung diagendakan juga isi pembahasan agar Polri bisa mempersiapkan data-data yang nantinya dibutuhkan dalam pembahasan.

"Dan dalam rapat kerja nanti, kita akan mendahulukan isu apa yang harus didahulukan, salah satunya ya terkait rekening itu," tutup dia.
(lia/nwk)


Berita Terkait