Banjir Sabtu kemarin terjadi di Singapura bagian timur dan tengah. Badan Meteorologi dan Lingkungan Nasional menyatakan, hujan deras yang memicu banjir diakibatkan oleh kondisi cuaca yang tidak stabil di kawasan itu, selain juga dampak dari topan Conson.
Media Singapura Channel News Asia pada Minggu (18/7/2010) melansir, hujan deras Sabtu kemarin mulai turun pukul 04.40 WIB dan dua jam kemudian menjadi petaka. Lalu lintas macet total seperti di Braddel dan Upper Thomson. Operasi bum umum terhenti. Penghuni apartemen jugasibuk menyelamatkan kendaraan mereka di lahan parkir, namun tak banyak yang bisa mereka lakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang warga, Jeraldine, berucap,"Saya bangun di pagi hari dan air ada di mana-mana. Air ada di depan serambi dan merendam separo roda mobil. Saya harus memundurkan mobil saya untuk memastikan tidak ada air masuk ke dalamnya."
Warga lainnya, Rosalyn Lazar, menyatakan dia harus duduk di mobil hingga pukul 08.25, menunggu orang datang dan menolong. Air pun masuk ke dalam mobil.
"Air di luar lebih banyak dibandingkan di mobil sehingga saya tidak bisa membuka pintu. Untungklah, jendela mobil bisa dibuka sebelum mesin mobil mati. Siapa yang saya telepon? Siapa yang kami telepon dalam situasi darurat itu? Saya merasa tidak berdaya," curhatnya.
Badan Pengairan Nasional, PUB, menyatakan, selama 2 jam hujan deras, curah hujan terdata 178,4 mm di wilayah tengah, sedangkan di wilayah timur 179,6 mm.Β Angka itu lebih tinggi dibandingkan rerata total bulanan yaitu 159 mm di bulan Juli.
(nrl/her)











































