"Yang pertama diet televisi, layaknya makanan, anak-anak harus dilatih untuk diet," ujar Kak Seto di acara Seminar Bahaya Televisi, di Kampus UKI Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (17/7/2010).
Lebih lanjut pengisi suara si Komo ini menjelaskan, maksud diet tersebut yaitu membuat aturan dalam keluarga, tentang jadwal menonton televisi antara orang tua dan anak. Sehingga, si anak tidak terbiasa menonton televisi semaunya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang terakhir, orang tua harus memberikan contoh nyata, dengan menonton tayangan televisi yang edukatif atau cerita anak yang indah-indah.
"Televisi itu, ibarat gunting. Apabila gunting dibuat untuk menggunting hasta karya maka hasilnya akan bagus. Tapi kalau untuk menggunting taplak meja atau baju adiknya, ya gunting itu jadinya merusak," tutup pria berkacamata ini.
(asp/rdf)











































