Angga Surya Adiputra (20) menjelaskan, sebelum turun, benda itu menyalakan lampunya ke samping. Setelah itu, tak terlihat karena tertutup bangunan dan pepohonan.
"Pas turun, benda itu terlihat besar. Agak jauh dari sini. Mungkin di Demak," kata Angga kepada detikcom di rumahnya, Jl. Lampersari 82A Semarang, Sabtu (17/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahasiswa FE Undip ini menambahkan, sebelum turun atau selama di udara, benda itu mengerdipkan lampu merahnya berkali-kali. "Seperti memberi tanda, seperti morse," ungkapnya.
Ibu Angga, Sri Praptiningsih, mengaku khawatir dikira bohong karena tak punya dokumentasi benda itu. "Tapi saya benar-benar melihatnya. Semoga ada yang menjelaskan," tandas perempuan yang bekerja di perusahaan media ini.
(try/gah)











































