"Kita memilih mengamankan cadangan beras untuk kebutuhan dalam daerah. Karena itu, kita hentikan pengiriman ke Bali dan NTT," kata Djibran M Asran, Kepala Bulog Divisi Regional NTB di Mataram, Sabtu (17/7/2010) siang.
Djibran mengatakan, saat ini di seluruh gudang milik Bulog NTB, cadangan beras tersisa 88.824 ton. Dan itu hanya cukup untuk memasok kebutuhan di NTB hingga Maret tahun depan. Akibatnya, pihaknya tak sanggup jika masih harus menyuplai beras ke Bali dan NTT, apalagi dengan jumlah seperti tahun lalu sebesar 78.000 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya Bulog NTB sanggung memasok beras ke Bali dan NTT seperti jumlah tahun lalu, karena yakin target pengadaan 190.000 ton tahun ini tercapai. Namun perhitungan Bulog NTB meleset.
Puso yang melanda sedikitnya 48 ribu hektare areal pertanian di NTB telah menyebabkan Bulog akhirnya mengoreksi target pengadaan hingga turun ke angka 130.000 ton. Dan target itu pun kini belum tercapai, padahal musim panen sudah tersisa satu bulan lagi.
"Masih ada musim panen Agustus ini. Kami optimis, pengadaan yang tersisa 41.000 ton bisa kita raih," kata Djibran.
Data Dinas Pertanian NTB menyebutkan, Juli ini sedikitnya 27.000 hektare tanaman padi tengah dalam proses panen. Sementara Agustus mendatang, masih menyisakan panen di area 28.700 hektare.
(gah/gah)











































