Kompolnas Beri Waktu Polisi Selidiki Rekening Perwiranya

Kompolnas Beri Waktu Polisi Selidiki Rekening Perwiranya

- detikNews
Sabtu, 17 Jul 2010 11:32 WIB
Kompolnas Beri Waktu Polisi Selidiki Rekening Perwiranya
Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Polri untuk tidak takut pada penilaian publik terkait dugaan rekening mencurigakan sejumlah jenderal dan perwira. Jika memang ada sesuatu, tidak perlu ditutup-tutupi.

"Polri jangan takut dengan opini publik. Kalau tidak ada katakan tidak ada, kalau ada katakan ada, itu hak publik," tutur anggota Kompolnas Novel Ali kepada detikcom, Sabtu (17/7/2010).

Beberapa pihak kecewa lantaran Mabes Polri tidak menyebut nama perwira polisi yang diselidiki dan tidak membeberkan secara rinci kekayaan mereka dalam jumpa pers, Jumat (16/7) kemarin. Terhadap hal ini, Novel menilainya sebagai bentuk kehati-hatian Polri.

"Polisi mempunyai hak untuk melakukan penyelidikan. Kalau diberitakan semua mungkin bisa berakibat menghilangkan barang bukti. Lebih baik lambat, tapi penyidikan berjalan. Daripada tergesa-gesa tapi salah," ujarnya.

Meskipun lebih setuju jika dibuka semua, namun Novel meyakini Polri menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya ke publik. "Saya lebih setuju kalau dibuka, supaya ketidakpercayaan masyarakat bisa berkurang. Saya beri waktu kepada Polri untuk melakukan penyelidikan," ucapnya.

"Kalau sesuai fakta baru dibuka ke publik, ada waktu yang tepat. Kapan waktu yang tepat? Ketika semua fakta ada di tangan. Jangan sampai mencemarkan nama baik," imbuh Novel.

Polri, menurut Novel, harus bisa menunjukkan itikad baik. "Kalau memang ada faktanya, dibuka. Yang penting Polri janji itu bisa dipertangungjawabkan," ucapnya.

Di sisi lain, Novel berharap, masyarakat jangan terburu-buru untuk tidak percaya dan apriori terhadap Polri. Masyarakat juga harus memberikan Polri kesempatan untuk membuktikan.

"Untuk menghilangkan keraguan publik, informasi-informasi gelap harus dibuat terang. Harapan saya, Polri jangan lama-lama. Kalau ada bukti, segera ungkapkan," tandasnya.

(nvc/gah)


Berita Terkait