"Resistensi partai-partai besar terhadap konfederasi karena takut akan
kehilangan kursi gratis di parlmen. Ini terlihat dari pernyataan SBY agar tidak mengubah UU Pemilu," kata Direktur Lingkar Survei Indonesia, Burhanudin Muhtadi, dalam diskusi 'Menata Ulang Partai Politik', di kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (16/7/2010).
Menurutnya, pernyataan tersebut memberikan tanda bahwa SBY tidak setuju dengan wacana konfederasi. "Itu menunjukan, dia (SBY) mewakili Partai Demokrat tidak setuju dengan ide konfederasi ini," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
gratis' dari partai-partai kecil yang suaranya tidak cukup untuk mendapatkan
kursi.
"Itu kan mereka dapat kursi gratis selama ini. Kalau konfederasi berarti mereka bisa kehilangan kursi gratis itu," imbuhnya.
Oleh sebab itu, menurut Burhan, PAN masih harus berhadapan dengan partai-partai besar seperti Demokrat, Golkar, dan PDIP untuk bisa merealisasikan wacana konfederasi ini.
"Makanya, PAN harus punya konsep yang jelas tentang konfederasi ini. Yang jelas PAN masih harus berhadapan dengan Demokrat dan partai-partai besar lainnya," kata dia.
(ayu/anw)










































