"Kalau hanya nempel stiker, saya rasa itu nggak efektif. Karena nggak semua orang baca dan perhatiin stiker itu," kata Wiwik, penumpang bus TransJ kepada detikcom, Jumat (16/7/2010).
Menurut Wiwik, untuk mengurangi terjadinya tindakan asusila di busway, mesti ada penambahan armada dan jeda kedatangan antar bus diutamakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau perlu, menurut Wiwik, perlu ada penyediaan TransJ khusus wanita.
"Harapan saya sih sebenarnya ada TransJ khusus wanita," tuturnya.
Hal yang sama juga diungkapkan penumpang bus TransJ yang lain, Merlinda. Merlinda menilai penyediaan TranJ khusus akan lebih optimal.
"Bus khusus perempuan itu udah solusi yang paling bagus, minimal perempuan-perempuan rasa saling menghargainya jauh lebih tinggi. Daripada pakai satgas-satgas, nanti malah nambah biaya tiket lagi," terangnya.
(lia/gun)











































