"Kalau saya secara pribadi, kiblat itu niat saja. Tidak bisa presisi 100 persen kita menghadap Kabah. Nggak bisa di sini (di Indonesia)," kata Suryadharma usai bertemu pimpinan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/7/2010).
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meralat fatwa nomor 03 tahun 2010 tentang Kiblat. Arah kiblat yang sebelumnya disebutkan menghadap barat kini telah direvisi menjadi ke arah barat laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suryadharma mengimbau masyarakat tidak perlu resah dan merobohkan masjid serta membangun masjid disesuaikan dengan arah Kabah.
"Itu nggak perlu. Agama nggak sesusah itulah," cetus politisi PPP ini.
(aan/nrl)











































