"Pada saat take off mesin terdengar kasar, sekitar lima menit terdengar ledakan cukup kuat, penumpang berteriak panik. Penumpang makin panik karena lima belas menit kemudian terdengar ledakan lagi di sayap sebelah kiri dan terlihat mengeluarkan api," ujar salah seorang penumpang yang juga PNS Kemendiknas, Amir Husein (46) saat ditemui detikcom di bandara Sultan Syarif Khasyim, Pekanbaru, Riau, Kamis (15/7/2010).
Amir menyampaikan Pilot tidak menjelaskan terkait ledakan tersebut. Pilot hanya menyampaikan bahwa ada gangguan teknis dan oleh karenanya harus dilakukan pendaratan darurat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amir menyanpaikan selama dua jam berputar di udara penumpang prores kepanasan. Sebab AC pesawat tidak dinyalakan.
"Namun pada saat mendarat berjalan lancar, semua penumpang tepuk tangan," terangnya.
Isak Tangis Keluarga
Pantauan detikcom di bandara Sutan Syarif Khasyim para penumpang pesawat disambut isak tangis keluarga. Sebagian besar penumpang memang berasal dari Riau.
"Keluarga panik karena mendapat kabar pesawat meledak," terang Amir.
Keluarga penumpang pun langsung menyambut dengan pelukan. 180 penumpang pesawat dengan keluarganya saat ini sedang menunggu jadwal penerbangan pengganti di depan loket Batavia Air setempat.
(van/gah)











































