rasa menolak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), di depan kampus UIN
Alauddin, Makassar. Mahasiswa sempat menyandera satu mobil tangki pengangkut BBM Pertamina dari arah Kabupaten Gowa.
Pantauan detikcom, Kamis (15/6/2010), akibat penyanderaan sekitar 1 jam lamanya ini, kemacetan panjang terjadi di jalan poros provinsi yang menghubungkan Makassar dan beberapa kabupaten lainnya.
Mahasiswa baru menghentikan aksi penyanderaannya setelah Kapolsek Tamalate, AKP Suaeb Majid, melakukan negosiasi dengan perwakilan mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut salah satu korlap mahasiswa UIN, Hajir, langkah pemerintah menaikkan TDL sebesar 10 persen akibat kesalahan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam negeri ini. Kenaikan TDL ini juga, lanjut Hajir, merugikan industri-industri menengah ke bawah dan mengancam terjadinya PHK besar-besaran.
Sementara menurut Buhari Qahar Mudzakar, Anggota DPRD Sulsel yang menemui mahasiswa pengunjuk rasa, menganggap pemerintah pusat tidak pernah melibatkan pemerintah daerah ketika menaikkan TDL. Ia khawatir jika kenaikan TDL berdampak PHK besar-besaran di Makassar, gelombang
massa pengunjuk rasa akan lebih besar lagi.
"Kami akan meneruskan aspirasi mahasiswa ke pusat, hal ini juga akan pelajari, pada dasarnya kita tidak sepakat kenaikan TDL," ungkap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
(mna/nwk)











































