"Adanya kebijakan kenaikan tarif dasar listrik sebagai pengalihan isu dengan aksi anarkis di Banyuwangi dengan mengkait-kaitkan adanya temu kangen eks PKI," ujar anggota Komisi IX DPR Rieke Dyah Pitaloka.
Rieke mengatakan itu dalam diskusi bertajuk 'Ormas Anarkis di Banyuwangi' yang diselenggarakan Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk) di Komnas HAM, Jl Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/7/2010).
Menurut pemeran Oneng dalam sinetron Bajaj Bajuri itu, aksi anarkis ormas untuk pengalihan isu juga pernah terjadi saat kenaikan bahan pokok. Mereka mengalihkan isu dengan meributkan UU Pornografi.
Penyerangan 1 Juni 2008 di Monas, lanjut Rieke, juga dinilai sebagai pengalihan isu kenaikan BBM.
Meski demikian, Rieke menilai, ormas anarkis tidak perlu dibubarkan. Sebab jika dibubarkan, akan muncul ormas dengan nama yang baru namun wajah lama.
Oleh karena itu, menurut Rieke, yang harus dilawan substansi kekerasannya dengan beberapa strategi pendekatan. Pertama, memberantas kemiskinan. Kedua, tidak menyetujui rekonsiliasi. Ketiga, menjaga tetap di koridor Pancasila dan UUD 45. Keempat, memegang amanat para pendiri bangsa. Kelima, gugat ormas-ormas yang memiliki hidden agenda.
(nik/nrl)











































