Kader PKS Minta Freeport dan BATAN Buat Klarifikasi

Freeport Diisukan Gali Uranium

Kader PKS Minta Freeport dan BATAN Buat Klarifikasi

- detikNews
Kamis, 15 Jul 2010 14:13 WIB
Kader PKS Minta Freeport dan BATAN Buat Klarifikasi
Jakarta - Isu penggalian uranium oleh PT Freeport terus menuai perhatian serius dari politisi Senayan. Politisi PKS Zulkieflimansyah yang juga anggota Komisi VII (pertambangan) minta pihak PT Freeport dan BATAN segera melakukan klarifikasi bersama isu ini.

"Ini isu yang sensitif. Freeport dan BATAN perlu segera membuat klarifikasi bersama karena sepanjang informasi yang ada di kami, batuannya bukan pembawa uranium," kata Zul kepada detikcom, Kamis (15/7/2010).

Menurut doktor lulusan Amerika ini, laporan yang diterima Komisi VII DPR menyebutkan bahwa hasil survei BATAN di Papua hanya menemukan adanya anomali radio aktif di daerah Ransiki. Untuk membuktikan apakah ada kandungan uranium yang ditambang oleh PT Freeport sebenarnya mudah, karena sifatnya-sifatnya sangat teknis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita minta kepada pelapor untuk membuktikannya secara teknis. Karena uranium itu sangat mudah terdeteksi di lapangan berdasarkan radio aktifnya," tegasnya.

Zul berharap pihak yang mengungkap pertama kali kasus ini bersedia mengungkap secara detail dan membuat laporan kepada Komisi VII DPR. Bahkan, jika memang diperlukan, Komisi VII DPR bersedia menjadi fasilitator untuk mengungkap masalah ini.

"Kalau pelapor mau membuktikan, kita Komisi 7 siap memfasilitasinya," tegas politisi PKS yang saat ini sedang menjadi reseach fellow di Harvard University di Kennedy School of Goverment ini.

Sebelumnya beberapa media memberitakan protes dari beberapa anggota DPRD Papua soal dugaan penggalian bahan baku uranium secara diam-diam yang dilakukan oleh PT Freeport.

Ketua Fraksi Pikiran Rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua, Yan Permenas Mandenas mengungkapkan adanya dugaan pengalian uranium secara tersembunyi oleh PT Freeport. "Kegiatan ini dilakukan secara tersembunyi dan telah berlangsung cukup lama," ungkap Yan. (yid/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads