Pimpinan PLN setempat menolak desakan ikut bergabung dengan massa aksi.
Puluhan orang dari Amuk tersebut semula berkumpul di Bundaran Gladag, Kamis (15/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semula mereka mendesak agar pimpinan PLN setempat ikut bergabung dalam aksi mereka. Tentu saja ajakan itu ditolak, alasannya adalah pimpinan dan seluruh karyawan PT PLN di Solo hanyalah petugas teknis yang menjalan kebijakan pimpinan pusat perusahaan BUMN tersebut.
Desakan berikutnya adalah agar pimpinan PLN bersedia naik ke mobil komando untuk menerima pernyataan sikap mereka. Desakan ini pun ditolak, dengan alasan penyampaian aspirasi bisa lebih elegan jika dilakukan di bawah.
Akhirnya peserta aksi bersedia menuruti ajakan pihak PLN. Mereka menyerahkan pernyataan sikap penolakan kenaikan TDL kepada pihak pimpinan PLN Surakarta yang diterima oleh Asisten Manajer Niaga Pemasaran PLN UPJ Surakarta Toni Komara.
Sesaat setelah surat pernyataan sikap disampaikan kepada Toni, massa aksi masih berupaya untuk mendesak Toni agar bersedia membaca keras pernyataan itu di hadapan massa aksi dan wartawan.
Toni menolak dengan alasan belum mempelajari secara mendalam isi aspirasi itu, mengingat dirinya bukan anggota Amuk. Namun demikian dia berjanji akan meneruskan aspirasi itu kepada pimpinan pusat PLN di Jakarta.
(mbr/nwk)











































