"Kita juga prihatin. Makanya, kita sudah bentuk Satgas Perempuan," kata Kepala Badan Layanan Umum TransJakarta Daryati Asrining Rini.
Hal ini disampaikan Daryati usai menghadiri diskusi bertajuk "Kenaikan tarif busway" yang diselenggarakan oleh YLKI di Gedung JMC, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (15/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satgas ini khusus menangani kalau ada kejadian pelecehan. Nanti lapornya ke yang bersangkutan sehingga korban tidak risih berhadapan dengan petugas karena sama-sama wanita. Jadi nanti, dia yang akan menemani kalau ada korban pelecehan sampai ke polisi," ujar dia.
Menurut Daryati, Satgas Perempuan hari ini mulai diterapkan. Namun, Daryati belum mengatahui jumlah personel yang akan diterjunkan.
"Mulai diadakan petugasnya. Tetapi, saya belum mengecek lagi dimulai di halte mana saja," kata Daryati.
TransJakarta juga akan menempel stiker tips aman di setiap bus. Stiker ini telah ditempel di halte, salah satunya Halte Sarinah.
"Isinya, jika merasa ada yang mengganggu, silakan teriak. Kalau dia teriak, pasti ada petugas yang menghampiri. Ada juga tips jangan bergerombol. Tetapi, ambil yang tempat yang luang," kata dia.
Ketika ditanya pemasangan foto pencabul, Daryati menegaskan hal itu masih dikaji. "Kalau itu jadi akan ditempel di halte, tidak di bus. Kita masih mengkajinya," kata Daryati.
(aan/nrl)











































