Australia Targetkan Bangun Sekolah ke-3.000 di Indonesia

Australia Targetkan Bangun Sekolah ke-3.000 di Indonesia

- detikNews
Kamis, 15 Jul 2010 09:53 WIB
Australia Targetkan Bangun Sekolah ke-3.000 di Indonesia
Jakarta - Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Stephen Smith meresmikan sekolah ke-2000 yang merupakan bantuan dari pemerintah Australia. Australia menargetkan meresmikan sekolah yang ke-3.000 pada tahun 2011.

"2 Tahun lalu kami meresmikan sekolah di Sulawesi Selatan. Saya membuka secara resmi sekolah yang ke-1.000. Tahun depan, kami berharap dapat meresmikan sekolah yang ke-3.000," kata Stephen Smith dalam pidato peresmian Madrasah Tsanawiyah Balaraja, Jalan Keramat Tiwul, Desa Tobat, Tanggerang, Kamis (14/7/2010).

Bantuan yang digelontorkan pemerintah Australia, kata mantan Sekretaris Partai Buruh Australia ini, adalah sebagai bentuk kepedulian pemerintahnya dalam membantu program wajib belajar 9 tahun yang digalakan pemerintah Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia-Australia adalah tetangga. Dan yamg paling penting adalah sahabat. Kita ingin membantu pemerintah Indonesia untuk menuntaskan program wajib belajar 9 tahun. Yang terpenting adalah memberikan kesempatan pendidikan yang baik," ujarnya.

Stephen Smith berharap ada murid-murid yang memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke Australia dari sekolah yang diresmikannya itu.

"Semoga di masa depan, kita dapat menerima murid dari Madrasah Balaraja untuk belajar di Australia, mungkin di Universitas Nasional Australia seperti Bapak Marty Natalegawa," kata mantan Sekretaris Pribadi Jaksa Agung Australia Barat ini.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan, sekolah yang diresmikan pemerintah Australia ini adalah sekolah ke-2.000 yang dibangun di seluruh Indonesia.

"Madrasah Balaraja adalah monumen sejarah hubungan Australia-Indonesia. Peresmian menjadi testimoni dari kepedulian diplomasi terhadap kebutuhan dan kepentingan dasar rakyat Indonesia," tuturnya.

Ia berharap peresmian madrasah dapat memberikan kontribusi nyata bagi upaya pemerintah dalam merealisasikan program wajib belajar 9 tahun yang ditargetkan hingga tahun 2015.

(ahy/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini