Naiknya Harga BBG, Bus yang Telat dan Pelecehan Seksual

Pencabulan di TransJ

Naiknya Harga BBG, Bus yang Telat dan Pelecehan Seksual

- detikNews
Kamis, 15 Jul 2010 09:08 WIB
Jakarta - Banyak pemicu maraknya kasus pelecehan seksual di dalam Bus TransJ. Salah satunya adalah karena keterlambatan bus sehingga terjadi penumpukan. Kasus ini terjadi akibat tidak meratanya kenaikan BBG di setiap SPBU dan tidak sterilnya jalur busway.

Menurut Kadis Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, waktu yang diperlukan setiap bus TransJ untuk mengisi BBG saat ini bisa mencapai dua jam. Padahal sebelumnya, cukup hanya 30 menit saja.

"Ini karena ada perbedaan harga BBG," jelas Pristono saat dihubungi detikcom, Kamis (15/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pristono menjelaskan, di beberapa SPBU, harga BBG ada yang Rp 2.562 dan Rp 3.600. Perbedaan itu, menurut Pristono, karena BBG dengan harga Rp 2.562 masih disuplai oleh Pertamina. Sedangkan yang lain oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).

"Padahal kualitasnya sama," jelasnya.

Dengan kondisi seperti itu, BLU TransJ terang saja lebih memilih harga yang rendah. Terlebih lagi, harga itu sesuai dengan kontrak yang berlaku.

Padahal SPBU yang menyediakan BBG di Jakarta ini masih tergolong langka. Dari delapan SPBU yang ada di Jakarta, hanya ada empat SBPU saja yang masih menjual BBG dengan harga Rp 2.562.

SPBU yang ada hanya di Pasar Minggu, Gandaria, Pemuda, dan Daan Mogot. Akibat kondisi ini, Bus TransJ pun 'terpaksa' terlambat untuk melayani penumpang. Pristono berharap ada keputusan yang tegas dari pemerintah pusat untuk menyelesaikan kasus perbedaan harga ini.

"Kita minta diseragamkan," tegas Pristono.

Soal tidak sterilnya jalur Bus TransJ, Pristono juga menilai sebagai salah satu pemicu. Banyaknya kendaraan yang masuk ke jalur khusus ini membuat Bus TransJ 'terpaksa' mengalah. Akhirnya, lagi-lagi membuat penumpang harus menunggu lebih lama kedatangan Bus TransJ.

Jika kondisi itu bisa diperbaiki, Pristono yakin, tidak akan ada lagi kasus pelecehan seksual. Dengan bus yang datang tepat waktu, penumpukan penumpang dapat dihindari. Dan peluang terjadi pelecehan, dapat diminimalisir.

"Insya Allah saya yakin tidak ada lagi kasus pelecehan," tandasnya.
(mok/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads