"Kita tidak tahu apa yang terjadi. Tetapi tadi sempat melihat bahasa tubuh Presiden. Ketika saya tanya (reshuffle), beliau hanya tertawa saja. Saya kira dalam waktu dekat belum ada tanda-tanda, tidak tahu setelah pidato 16 Agustus nanti," ujar Priyo di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (14/7/2010).
Setelah dicecar lebih jauh, apakah setelah tanggal 16 Agustus Presiden akan melakukan reshuffle, Priyo lagi-lagi mengatakan tidak tahu.
Β
"Belum. Saya tidak tahu. Hanya pertanyaan informal saat makan siang. Saat saya makan siang, saya berdampingan dengan beliau. Beliau hanya senyum-senyum saja. Bahasanya yang saya tangkap dalam waktu dekat belum ada reshuffle," jawab dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun bisa saja di belakangnya ada alasan politik. Tetapi yang dikeluarkan ke publik dan media massa adalah alasan kinerja kabinet," jelasnya.
Priyo menegaskan saat melontarkan wacana reshuffle itu, dirinya mengomentari pertanyaan wartawan saat belum mengetahui siapa saja yang mendapat rapor merah.
"Menterinya siapa saja. Tahunya Kamis siang, itu setelah paripurna. Saya ditanya dan saya jawab. Kalau memang ada yang jeblok bisa saja Presiden menggunakan cara itu untuk mengevaluasi kabinet termasuk reshuffle, dan itu sah-sah saja," kata dia.
(nwk/fay)











































