Anis Matta: Reshuffle Itu Politisasi yang Berlebihan

Anis Matta: Reshuffle Itu Politisasi yang Berlebihan

- detikNews
Rabu, 14 Jul 2010 15:45 WIB
Anis Matta: Reshuffle Itu Politisasi yang Berlebihan
Jakarta - Meski salah satu menterinya dapat rapor merah, PKS berpendapat tidak ada alasan saat ini untuk melakukan reshuffle kabinet. Reshuffle hanyalah politisasi yang berlebihan.

"Bukan (karena menteri PKS dapat rapor merah) juga, kan bukan hanya PKS. Kita tidak menganggap itu harus dijadikan isu. Itu adalah politisasi yang berlebihan. Saat ini kabinet belum cukup 1 tahun bekerja," kata Sekjen PKS Anis Matta.

Hal ini disampaikan Anis Matta usai rapat konsultasi pimpinan fraksi DPR dengan pemerintah di kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (14/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, tidak ada alasan apapun sekarang ini untuk melakukan reshuffle hanya karena sekadar rapor merah. Sebab, rapot merah ini masih punya catatan yakni masalah parameter yang dipakai.

"Bisa jadi satu program tidak terlaksana, bukan karena menterinya tidak mau melaksanakan. Tetapi, anggarannya belum turun atau berasal dari luar, termasuk dalam kasus Menkominfo. Itu kan anggarannya dari Jepang dan memang belum turun," papar dia.

PKS terusik? "Kita tidak terusik. Ide ini menurut saya tidak matang," jawab Wakil Ketua DPR ini.

Anis Matta mengatakan isu reshuffle tidak dibahas dalam pertemuan dengan pemerintah, maupun pertemuan di Setgab.

"Ini cuma usul Golkar dan menurut saya tidak pada tempatnya. Sebab, bisa Anda bayangkan setiap waktu menteri diancam dengan reshuffle, siapa yang bisa kerja?" kata Anis Matta.

Ia juga mempertanyakan hasil kesimpulan UKP4 yang dipublikasikan. "Kita punya pertanyaan apakah kesimpulan UKP4 itu untuk internal kabinet atau konsumsi publik, itu yang perlu kita tahu," kata dia.
(aan/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads