Pantauan detikcom saat para pangacara itu berdemo di Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (14/7/2010) penampilan mereka rata-rata kelimis, seperti saat beracara di pengadilan.
Mereka yang laki-laki rata-rata mengenakan kemeja lengan panjang, bercelana kain dan sepatu pantofel mengkilap. Sedangkan pengacara perempuan mengenakan dress/setelan blazer dengan hak tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian dari mereka adalah advokat-advokat muda yang telah dilantik KAI sebagai pengacara tapi tidak bisa beracara karena belum dilantik MA. Sementara, MA hanya mengakui Peradi sebagai satu-satunya organisasi pengacara. "Ini masalah truth! Kami minta untuk cepat diakui," ujar seorang pengacara muda sambil berteriak dengan mengacungkan map.
Setelah lelah berteriak dan beraksi, mereka mengisi tenaga dengan makan siang. Bukan dengan nasi bungkus, tapi nasi kotak dengan menu nasi padang, seperti ayam bakar, sayur singkong plus bumbu dan sambal.
"Kami perwakilan dari 33 provinsi, kumpul dari kemarin. Nginap di hotel dekat sini. Untuk ke sini ramai-rama menyewa bus. Yang di Jakarta berangkat sendiri," ujar salah satu anggota KAI yang enggan disebut namanya.
(nwk/nrl)










































