Harian Moskovsky Komsomolets seperti dilansir AFP, Selasa (13/7/2010) menyatakan, 10 orang yang dideportase AS lewat pertukaran mata-mata yang sensasional itu tidak diperbolehkan meninggalkan lokasi. Mereka melewati pemeriksaan yang panjang.
Di Rusia, muncul kritik tajam dari media massa dan para mantan agen atas aksi 10 mata-mata itu, utamanya penggunaan situs pertemanan di Internet dan penggunaan teknik kuno seperti tinta yang tak terlihat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (para ahli) mencoba mengklarifikasi bagaimana penyamaran mereka terungkap dengan cara seperti itu," imbuhnya.
Kantor berita Interfax mengutip sumber keamanan menyatakan, 10 orang itu berada di Moskow, sedang bekerja dengan 'organ-organ yang kompeten."
Di kompleks SVR itu, ponsel tidak berfungsi dan Anna Chapman dkk dilarang pergi. Namun semua keperluan mereka disuplai. Diperkirakan mereka tetap akan tinggal di sana hingga beberapa minggu ke depan.
(nrl/fay)










































