"Kalau mengibaratkan ini, Tama bagaikan Spanyol. Belanda main kasar, Spanyol tetap menang. Kita akan tetap menang pada saatnya," ujar pendiri Kompak dan pakar komunikasi politik UI, Effendi Gazali.
Hal itu disampaikan dia saat jumpa pers di RS Asri, Jl Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (13/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mesti ada time frame, misal dalam 1 bulan ke depan pelaku atau dalang harus diungkap. Jika tidak ada konsekuensinya terhadap kepolisian. Kalau pemerintah tidak lalkukan, maka imi hanyalah pencitraan," kata Effendi.
"Seperti kasus Munir yang hanya pencitraan. Sudah dibentuk tim, sudah sampai ke Presiden tapi tidak terungkap juga siapa otak pembunuhan Munir," tandas dia.
Dalam jumpa pers itu Tama S Langkun didampingi ayahnya, Budi Langkun, aktivis ICW Adnan Topan Husodo, dan Kepala RS Asri Prof Dr dr Hadiarto Mangunegoro, SpP.
(nwk/nrl)










































