"Jam 14.00 WIB saya terima sms dari Muntoro," ujar Toma kepada detikcom di Jl Pondok Jaya, Kuningan Barat, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (12/7/2010).
Menurut Toma, setelah menerima sms, dirinya langsung menyambangi rumah pria asal Tegal ini. Betapa terkejutnya dia, ketika melihat tubuh Muntoro sudah tidak bernyawa dengan kondisi tergantung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut pesan singkat yang dikirim Muntoro pukul 14.00 WIB:
"Mas Toma dan Yu Barkah tolong jaga Pandi sampai sekolahnya lulus, aku minta maaf barang kali banyak kesalahan".
Toma, tidak menyangka adik iparnya berfikir pendek mengakhir hidup hanya karena himpitan ekonomi. "Kalau hutang memang ada tapi saya ga tau jumlahnya," kata Toma.
(did/Rez)











































