Bara: Sistem Konfederasi Parpol Mendorong Perubahan

Bara: Sistem Konfederasi Parpol Mendorong Perubahan

- detikNews
Senin, 12 Jul 2010 19:09 WIB
Jakarta - Penerapan electoral threshold 2,5 persen dalam pemilu 2009 membuat partai-partai yang tidak lolos sistem itu tidak bisa menempatkan wakilnya di DPR,  walaupun  calon legislatif (caleg) mereka memenuhi Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) pada daerah pemilihan. Ini menyebabkan suara para pemilih hangus. Partai dan pemilih dirugikan dalam sistem tersebut. Sebaliknya, ada partai yang diuntungkan.

"Konfederasi tersebut sebaiknya dilihat dari substansinya. Konfederasi memberi tempat  bahwa tiap-tiap suara pemilih itu penting. Hak-hak politik pemilih dapat secara sempurna dijalankan. Itulah ide dasar tawaran PAN  untuk memunculkan konfederasi," kata Ketua DPP PAN, Bara Hasibuan, Senin (12/7/2010).

Menurut Bara, dalam sistem konfederasi pemilih juga memiliki kepastian terhadap pilihannya. Itu terjadi jika partai yang mereka pilih memiliki kemampuan untuk memperjuangkan kebijakan melalui parlemen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konfederasi memberi peluang untuk hal tersebut,” tambahnya.

Bara mengatakan, saat ini sistem politik cenderung membuat perubahan berjalan lambat. Ide-ide perubahan terhambat oleh partai-partai besar yang konservatif. Sistem sekarang ini menyebabkan ide-ide alternatif yang datang dari partai-partai progresif tidak memiliki peluang. Apalagi sistem ini cenderung melanggengkan kekuasaan bertumpu kepada elit-elit tertentu.

"Konfederasi mampu menciptakan ruang bagi ide-ide yang progresif untuk perubahan. Dominasi partai-partai konservatif bisa ditandingi oleh kekuatan konfederasi. Wajar saja ada penentangan terhadap ide ini terutama dari partai-partai konservatif yang nyaman dengan penguasaan kondisi saat ini," tegas Bara lagi.

(djo/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads