Greg Moriarty Dubes Australia untuk Indonesia

Greg Moriarty Dubes Australia untuk Indonesia

- detikNews
Senin, 12 Jul 2010 17:52 WIB
 Greg Moriarty Dubes Australia untuk Indonesia
Jakarta - Pemerintah Australia telah mengajukan Greg Moriarty sebagai Duta Besar Australia untuk Indonesia yang baru. Moriarty akan menggantikan Bill Farmer AO yang telah menjabat sebagai duta besar untuk Indonesia sejak November 2005.

Saat ini, Greg Moriarty masih menunggu persetujuan dari pemerintah Indonesia. "Sebagaimana yang biasa berlaku bagi seluruh duta besar di Indonesia, penunjukan Bapak Moriarty akan bergantung pada persetujuan dari Pemerintah Indonesia.ย  Proses ini termasuk pertimbangan dari parlemen Indonesia," jelas Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Stephen Smith dalam rilisnya, Senin (12/7/2010).

Greg Moriarty adalah seorang pejabat senior pada Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia. Dan saat ini Moriarty menjabat sebagai Sekretaris I, Konsuler, Divisi Diplomasi Publik dan Urusan Parlemen, posisi yang telah didudukinya sejak April 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Greg Moriarty memiliki pengalaman yang luas di lingkungan DFAT dan sebelumnya menduduki jabatan di luar negeri sebagai Duta Besar untuk Iran. Sebelumnya, dia pernah bertugas di Indonesia dan Papua Nugini, dan juga pernah sebagai Perunding Senior pada Kelompok Pengawasan Perdamaian di Bougainville.

Moriarty memperoleh gelar Sarjana Seni dengan prestasi tinggi dari University of Western Australia dan gelar Masters di bidang Kajian Strategis dan Pertahanan dari Australian National University.ย  Pria iniย  menikah dan dikarunia dua anak. Moriarty telah mempelajari bahasa Indonesia dan Tok Pisin.

Hubungan Australia-Indonesia


Menurut Smith, hubungan Australia dan Indonesia belum pernah sekuat saat ini. "Hubungan kami adalah kemitraan antara dua demokrasi yang terbuka dan kuat yang digambarkan oleh kedua belah pihak sebagai aset strategis saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Australia pada Maret tahun ini," kata dia.

Australia dan Indonesia bekerja sama secara erat dalam kepentingan-kepentingan bersama termasuk perdagangan dan investasi, pertahanan, bantuan pembangunan, penegakan hukum, pengelolaan bencana, anti-terorisme, perubahan iklim, dan kasus penyelundupan manusia.

"Kami telah menyelesaikan studi kelayakan untuk Perjanjian Perdagangan Bebas Australia-Indonesia yang akan membuka jalan bagi berbagai perundingan perjanjian di masa mendatang," jelas Smith.

Sebagai cermin kekuatan hubungan bilateral tersebut, lanjut Smith, telah terjadi 70 kunjungan menteri dari kedua arah sejak November 2007. Hubungan antar warga kedua negara sangat luas dan sudah lama berlangsung.ย  Pada 2009, hampir 18.000 pelajar Indonesia menuntut ilmu di berbagai lembaga pendidikan di Australia.ย  Sekitar 550.000 warga Australia mengunjungi Indonesia pada 2009 dan ini merupakan sebuah rekor.

Selaras dengan berkembangnya pengaruh Indonesia secara regional dan global, kata Smith, Australia dan Indonesia bekerja sama dalam berbagai kepentingan multilateral, termasuk melalui Kelompok 20 (G20) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). "Australia dan Indonesia menjadi tuan rumah bersama Proses Bali guna lebih memperkukuh upaya regional untuk memerangi penyelundupan manusia, perdagangan manusia dan kejahatan lintas negara," ujar dia.

(asy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads