12 Penipu Kupon Berhadiah PT Garuda Food & Nestle Dibekuk

12 Penipu Kupon Berhadiah PT Garuda Food & Nestle Dibekuk

- detikNews
Senin, 12 Jul 2010 16:10 WIB
Jakarta - Aparat Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk komplotan pelaku penipuan kupon undian berhadiah. Selama 6 bulan operasi, pelaku telah menggasak uang ratusan juta rupiah.

"Petugas Ditreskrimum menangkap adanya pelaku penipuan undian berhadiah yang mengatasnamakan seolah-olah dari PT Garuda Food dan Nestle," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (12/7/2010).

Keduabelas tersangka ini ditangkap di dua lokasi berbeda yakni di Jatibening, Bekasi dan Parung, Bogor pada akhir Juni lalu. Dari para tersangka, polisi menyita puluhan ribu kupon undian PT Garuda Food dan Nestle palsu, 1 unit mobil Avanza, uang jutaan rupiah serta peralatan kejahatan seperti komputer dan printer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Kepala Satuan Jatanras Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Nico Afinta mengatakan modus yang dilakukan para tersangka adalah dengan cara menyebarkan kupon tersebut ke rumah-rumah penduduk.

"Mereka menyebarkan kupon tersebut dengan cara disebar ke depan rumah penduduk," kata Nico.

Di markasnya, para pelaku mencetak kupon undian dengan mengatasnamakan perusahaan beverage. Agar lebih meyakinkan calon korban, pelaku juga mencatut nama pejabat polisi yang dibubuhi dengan tanda tangan.

"Ada yang mencatut nama Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono, nama Kapolda dan banyak lagi," kata Boy.

Masyarakat yang tergiur, lalu menghubungi nomor telepon yang tercantum di kupon tersebut. Setelah tersambung, korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang dengan dalih sebagai uang pajak atau administrasi.

"Ada yang tertipu Rp 5 juta, ada juga yang cuma berapa juta, tergantung," kata Boy.

Selain dengan menyebarkan kupon, pelaku juga melakukan penipuannya dengan cara memasukkan kupon undian ke dalam kemasan produk. Produk yang dibeli pelaku lalu dibuka dan dimasukkan kupon undian berhadiah.

Setelah itu, kemasan produk yang sudah dimasuki kupon tadi dipress dengan alat pengepress. Setelah itu, pelaku menyebarkan kupon undian dengan cara menyimpannya ke supermarket dengan cara diselundupkan lewat perut.

Sementara itu, Brand Manager Kacang Garuda, Eni Wahyuni, menegaskan jika pihaknya tidak mengadakan undian melalui kupon berhadiah. "Yang jelas kita sudah lakukan upaya menyampaikan ke masyarakat lewat iklan dan pengumuman di media lokal," kata Eni.

Menurut Eni, dengan adanya penipuan yang mengatasnamakan PT Garuda Food, pihaknya merasa dirugikan. "Kita sudah terima keluhan dari konsumen terkait undian ini," katanya.

Dari sekian keluhan, Eni mengatakan jika modus penipuan yang ditemukan masyarakat adalah dengan cara memasukkan kupon undian ke dalam kemasan.Β  "Kebanyakan kasus yang terjadi kupon dimasukkan ke dalam kemasan," ujarnya.

Menurut Eni, produk yang berisi kupon undian itu diperoleh konsumen dari supermarket. "Ada yang dari pasar tradisional, dan sekarang sudah masuk ke modern market juga," jelasnya.

Terkait penipuan ini, Eni mengimbau kepada konsumen agar tidak mudah tergiur dengan modus penipuan tersebut. Untuk meyakinkan agar kita tidak kena tipu, konsumen diminta menghubungi call center PT Garuda Food di nomor 021-72897777.

(mei/fay)


Berita Terkait