Toriq Akrab dengan Istilah Polisi Tapi Mengaku Bukan Intel

Aktivis ICW Diserang

Toriq Akrab dengan Istilah Polisi Tapi Mengaku Bukan Intel

- detikNews
Senin, 12 Jul 2010 14:10 WIB
Jakarta - Sambil sesekali menghisap rokok putih, Toriq (25), saksi kunci kasus penganiayaan aktivis ICW Tama S Langkun menceritakan kembali kisah 8 Juli dinihari silam. Yang menarik, pria berambut cepak yang berprofesi sebagai sopir ini sesekali mengucapkan bahasa sandi kepolisian.

"Jadi setelah peristiwa itu terjadi, saya mengabarkan ke teman saya di Polsek ada 355 (pasal penganiayaan berat dalam KUHP) di Duren Tiga," terang Toriq saat ditemui detikcom di tempat kerjanya di kawasan Duren Tiga, Jaksel, Senin (12/7/2010).

Bukan hanya sekali dua kali kata-kata sandi khas kepolisian terucap. Mulai dari istilah lakalantas atau kecelakaan lalu lintas, taruna atau suatu peristiwa, atau juga sebutan 86 saat Toriq menyapa atasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya bukan anggota ya, saya bukan intel. Pokoknya saya tahulah itu dari something," elak Toriq sambil mengembuskan sigaretnya.

Soal kepastian identitas Toriq, silakan simak penuturan bos Toriq bernama Erik Johan. Erik menceritakan, dia adalah pemilik usaha katering. Toriq baru bekerja 2,5 bulan di perusahaan itu sebagai sopir.

"Dia ini dahulunya sopir angkot jurusan Pasar Minggu, ya mungkin kenal di jalan tahu istilah-istilah itu (sandi kepolisian)," ujar Erik yang sesekali menemani wawancara dengan Toriq.

Erik yakin, Toriq hanya warga sipil biasa. "Kalau dia dari militer atau polisi mending saya suruh jaga di rumah saya. Saya kan bosnya, ngapain jadi sopir," imbuhnya.

Perusahaan katering Erik yang berdiri sejak tahun 1990-an ini juga tidak berafiliasi dengan yang namanya polisi atau tentara. "Dia itu masih muda, masih semangat jadi pas ada kejadian itu, maksudnya menolong tapi malah jadi seperti ini," kisah Erik.

Toriq yang jadi bahan pembicaraan hanya mengumbar senyum saja. Rokok tidak putus-putus dia hisap, hampir 1 bungkus dia habiskan dalam wawancara 1,5 jam.

"Saya orang biasa, tapi punya kenalan polisi, ya pokoknya adalah, masa pribadi saya diungkap," dalih Toriq.

Sebelumnya, polisi memberikan keterangan berbeda terkait pekerjaan Toriq. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Nurdi Satriaji mengatakan kepada wartawan kalau Toriq adalah pekerja laundry. Sementara Toriq ternyata adalah sopir catering.
(ndr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads