Atasi Ledakan Tabung Gas, Pemerintah Perlu Bentuk Tim Terpadu

Atasi Ledakan Tabung Gas, Pemerintah Perlu Bentuk Tim Terpadu

- detikNews
Senin, 12 Jul 2010 13:38 WIB
Atasi Ledakan Tabung Gas, Pemerintah Perlu Bentuk Tim Terpadu
Jakarta - Untuk menyelesaikan maraknya ledakan tabung gas elpiji, pemerintah didesak untuk segera membentuk tim terpadu yang melibatkan Pertamina, Badan Standarisasi Nasional (BSN), maupun Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian.

“Ini karena ledakan tabung gas lebih disebabkann kelalaian produsen tabung gas, regulator, dan selang yang tidak memenuhi standar. Bukan karena kesalahan konsumen,” kata Wakil Ketua Komisi VI (Perdagangan, Industri) DPR RI, Aria Bima, lewat rilis yang diterima detikcom, Senin (12/7/2010).

Menurut Aria Bima, tim tersebut harus melakukan audit secara menyeluruh terhadap semua produsen tabung, regulator, maupun selang yang selama ini ditengarai menjadi penyebab utama meledaknya kompor gas. Apalagi, imbuhnya, berdasarkan penelitian pihak BSN, selang yang digunakan dalam program konversi minyak tanah ke gas ternyata seratus persen tidak ada yang memenuhi standar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Padahal semua komponen dalam program konversi tersebut seharusnya memenuhi standar wajib SNI (Standar Nasional Indonesia), yang meliputi kompor, tabung, selang, regulator, dan sumbu,” katanya.

Lebih lanjut Aria Bima menyatakan, pemerintah juga harus menarik semua komponen yang tidak memenuhi standar wajib SNI dari masyarakat. Pemerintah, kata politisi PDI Perjuangan ini, jangan malah menyalahkan masyarakat yang dianggap tidak kompeten menggunakan kompor gas. Kalaupun terbukti sebagian ledakan kompor gas akibat ketidaktahuan masyarakat dalam mengoperasikannya, menjadi tugas pemerintah pula untuk melakukan edukasi atau sosialisasi lebih intensif, agar masyarakat.

“Pemerintah jangan melakukan pembiaran terkait maraknya ledakan kompor gas elpiji ini, sehingga membahayakan masyarakat dan akhirnya justru mengancam kelangsungan program konversi minyak tanah ke gas itu sendiri,” kata Aria Bima.

(fiq/fiq)


Berita Terkait