"Hak pilih TNI dalam Pemilu 2014 terlalu dini. Wacana ini diyakini dapat mengundang pro dan kontra dengan berbagai argumentasi masing-masing," terang Ketua DPR Marzuki Alie dalam pidato resmi rapat Paripurna DPR pembukaan masa sidang IV di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/7/2010).
Marzuki menyampaikan, mayoritas fraksi DPR menilai bahwa TNI sebagai pasukan pelindung negara harus netral. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas politik di tanah air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marzuki kemudian menyampaikan bahwa TNI sudah lama tidak berpolitik. Keputusan mencabut hak politik TNI dikarenakan alasan independensi dan netralitas.
"Secara resmi TNI tidak lagi terlibat di Parlemen sebagaimana diamanatkan dalam Ketetapan MPR RI Nomor VII/MPR/2000 tentang peran TNI dan Polri. Fraksi TNI dan Polri tidak ada lagi sejak DPR Periode 2004-2009," tutupnya.
(van/yid)











































