Untuk itu, 30 mahasiswa dari seluruh Indonesia dipilih untuk mengikuti Sekolah Hak Asasi Manusia Untuk Mahasiswa (SEHAMA) sejak 12 Juli-2 Agustus 2010 di kantor Kontras, Jakarta.
"Pendidikan HAM ini penting, kita ingin memberikan pemahaman secara menyeluruh mengenai HAM kepada para mahasiswa," kata kata koordinator Kontras, Usman Hamid, dalam pembukaan 'SEHAMA' di Kantor Kontras, Jl Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (12/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah tiga puluh ini paling ideal untuk satu kelas, agar efektif. Kita berharap tiap peserta jadi representasi tiap daerah. Dan di daerahnya nanti, mereka bisa menyebarkan pelajaran yang mereka dapat ," kata kepala sekolah SEHAMA, Papang Hidayat.Β
Selama tiga minggu, para peserta akan mendapatkan materi-materi mengenai HAM dan turun langsung ke lapangan untuk berdialog langsung dengan korban pelanggaran HAM. Peserta mengaku memiliki ketertarikan terhadap kondisi penegakkan HAM di Indonesia.
"Saya memang tertarik dengan kondisi penegakkan HAM di Indonesia. Banyak sekali pelanggaran HAM masa lalu yang belum selesai. Dengan sekolah ini saya berharap mendapatkan pendidikan praktis mengenai HAM," kata seorang peserta dari Universitas Indonesia, Bakti Eko Nugroho.
(fay/nrl)











































