"Aku maunya hari ini (keluar dari RS). Dokter sudah boleh kemarin. Saya masih tunggu koordinasi dengan teman-teman ICW," kata Tama di RS Asri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (12/7/2010).
Tama mengaku masih trauma atas insiden yang terjadi pada Kamis 8 Juli 2010 tersebut. "Takut pasti ada namanya juga manusia. Saya nggak bakal mundur. Masa sudah kayak gini ngilang begitu saja," ujar pemuda ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengeroyokan pada Tama terjadi 8 Juli lalu di Duren Tiga, saat dia dan rekan-rekannya baru pulang dari menonton bareng Piala Dunia di Kemang, Jaksel.
(aan/nrl)











































