"Ada beberapa keterangan yang menurut saya tidak match dengan yang saya alami. Dia bilang, kejadiannya 5 menit dan sempat mendengarkan 1,5 lagu. Saya merasa kejadiaannya semenit dan cepat sekali dan beberapa pukulan yang diterima. Kalau 5 menit bisa hancur badan saya," papar Tama.
Hal ini disampaikan Tama di RS Asri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (12//2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau misalnya mau membunuh saya, pukulan pertama di leher kiri diganti benda tajam dan langsung terputus leher saya. Tetapi dia bilang ada yang berusaha menancapkan samurai," ujar Tama.
TR juga melihat motor itu tidak ada nomornya. "Kalau menurut saya sedikit riskan karena ini operasi pengintaian. Kalau tidak ada nomornya, polisi kan langsung mengejar. Dia bilang 4 motor, tetapi saya lihat 2 motor," kata Tama.
Tama lihat tidak TR menabrak motor pelaku untuk mencegah terjadinya pembunuhan? "Ya itu, saya nggak lihat. Dia cerita tetapi saya tidak melihat dia menabrak motor," jawab Tama.
TR tampil pada wartawan dalam pertemuan di Citos pada Sabtu malam. Pria yang hanya mengungkapkan namanya adalah TR ini menegaskan dia bukan bagian dari pelaku. Saat di-BAP polisi dia juga mengaku enggan mengungkapkan identitasnya.
(aan/nrl)










































